Menggali dunia luas Assassin’s Creed berarti memulai petualangan mendebarkan melintasi waktu dan ruang. Saga ikonik dalam dunia video game ini, perpaduan sempurna antara sejarah dan fiksi, mengajak para pemain mengeksplorasi periode-periode yang memikat di mana bayangan para Assassin bertemu cahaya para Templar. Namun, menghadapi kekayaan dan kompleksitas franchise ini, ada pertanyaan yang terus muncul: apakah harus memulai seri ini sesuai urutan kronologis peristiwa sejarah? Panduan lengkap kami akan membantu Anda memahami pentingnya kronologi ini, sekaligus memberikan tips berharga untuk memulai pengalaman naratif yang luar biasa ini dengan baik.
Pilihan titik awal dalam seri ini bukan sekadar soal nomor rilis. Faktanya, kronologi sejarah dalam game tidak sesuai dengan urutan penerbitannya. Oleh karena itu, Anda bisa terlebih dahulu menjelajah Mesir Kuno lalu kembali ke Renaisans Italia, atau bahkan melintasi berbagai abad sesuai keinginan. Kebebasan ini mungkin membingungkan, tapi juga menjadi kekayaan saga Assassin’s Creed. Untuk pemula maupun pemain berpengalaman, sangat penting memahami konsekuensi pemilihan urutan untuk menyelami cerita yang saling terhubung, di mana setiap protagonis dan setiap zaman menambah batu bata baru pada bangunan cerita.
Dalam panduan ini, kami menawarkan penyelaman mendalam ke dalam kronologi Assassin’s Creed, menganalisis perkembangan utama gameplay, mengeksplorasi keberagaman para protagonis, serta memberikan rekomendasi konkret untuk memilih titik masuk Anda. Apakah Anda tertarik pada pertempuran ganas para Viking, misteri piramida, atau intrik Renaisans, Anda akan menemukan bahwa saga ini bisa menyesuaikan dengan keinginan masing-masing, menawarkan petualangan unik bagi tiap pemain. Bergabunglah bersama kami dalam odise waktu ini dan bersiaplah menghidupkan kembali momen-momen besar sejarah, dipersenjatai dengan bilah tersembunyi dan rasa ingin tahu yang tak terpuaskan.
- 1 Perkembangan Kunci Gameplay dalam Saga Assassin’s Creed
- 2 Membongkar Kompleksitas Kronologi Assassin’s Creed
- 3 Para Protagonis: Ragam Gaya dan Era yang Bisa Dijelajahi
- 4 Tips Praktis untuk Memulai Saga Assassin’s Creed dengan Baik
- 5 Misteri Masa Depan: Apa yang Akan Dibawa Assassin’s Creed Shadows?
- 6 Menjelajahi Kebebasan Urutan dalam Game Assassin’s Creed
Perkembangan Kunci Gameplay dalam Saga Assassin’s Creed
Sejak rilis episode pertama pada 2007, saga Assassin’s Creed telah menjadi pilar game petualangan. Namun salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan pemain adalah tentang evolusi gameplay dari episode ke episode, dan dampaknya pada pengalaman bermain. Memahami transformasi ini penting untuk memutuskan apakah harus mengikuti urutan kronologis atau berdasarkan preferensi gameplay.
Judul-judul awal series ini, terutama hingga Assassin’s Creed III termasuk, berlandaskan mekanik aksi-petualangan klasik. Pemain mengendalikan seorang assassin dalam dunia semi-terbuka, di mana parkour dan pembunuhan diam-diam menjadi fondasi gameplay. Cerita berjalan dengan plot utama linier, dengan sedikit gangguan dari misi sampingan yang kompleks. Fokusnya adalah pada narasi yang berjalin antara masa kini dan masa lalu, menawarkan perpaduan cerdik antara penyusupan dan eksplorasi.
Dengan hadirnya Assassin’s Creed Origins pada 2017, franchise ini mengambil arah baru yang radikal. Aspek RPG menjadi pusat petualangan. Dunia terbuka diperluas, menawarkan beragam misi sampingan, pohon keterampilan yang rinci, dan dialog yang memengaruhi jalannya cerita. Pendekatan baru ini mengubah pengalaman bermain: pemain kini bisa menyesuaikan gaya bermainnya, menjelajah bebas, dan merasakan petualangan yang lebih organik dan imersif.
Untuk memudahkan visualisasi perubahan ini, berikut adalah tabel perbandingan yang menggambarkan fase berbeda dari gameplay dalam Assassin’s Creed:
| Fase | Game Terkait | Jenis Gameplay | Karakteristik Kunci |
|---|---|---|---|
| Fase klasik | AC 1 hingga AC III | Aksi-Petualangan | Parkour, misi linier, penyusupan, cerita berkelanjutan |
| Fase RPG | Origins hingga Valhalla | Aksi-RPG | Dunia terbuka, misi sampingan, pohon keterampilan, pilihan narasi |
Perlu dicatat bahwa evolusi ini memicu perdebatan antusias di komunitas. Beberapa puritan menyukai struktur lebih terarah dari judul-judul awal, sementara pemain baru tertarik dengan kebebasan yang ditawarkan oleh episode modern. Oleh karena itu, memilih urutan berdasarkan gameplay yang diinginkan bisa sama pentingnya dengan yang berdasarkan kronologi sejarah.

Membongkar Kompleksitas Kronologi Assassin’s Creed
Kronologi dalam Assassin’s Creed adalah sebuah teka-teki menarik, menggabungkan sejarah nyata dan fiksi dengan ketelitian yang kadang membingungkan penggemar sekalipun. Berbeda dengan apa yang mungkin dipikirkan, urutan rilis game tidak berurutan dengan kejadian sejarah yang diceritakan. Dengan kata lain, untuk mengikuti petualangan berdasarkan jalur kronologis, sering kali harus melompat antar game yang dirilis dengan jarak tahun yang cukup jauh.
Untuk membantu memberi sedikit keteraturan dalam kerumitan ini, perlu diingat bahwa kisah dalam seri ini utamanya meliputi periode dari Yunani Kuno hingga Revolusi Industri, termasuk momen-momen kunci seperti Renaisans dan Perang Salib. Setiap game berfokus pada era tertentu dengan karakter dan intrik uniknya masing-masing.
Berikut adalah daftar jelas dari judul utama yang diurutkan menurut kronologi sejarah mereka:
- Assassin’s Creed Odyssey – Yunani Kuno (431-422 SM)
- Assassin’s Creed Origins – Mesir Kuno (49-43 SM)
- Assassin’s Creed Valhalla – Era Viking (akhir abad ke-9)
- Assassin’s Creed (yang pertama) – Perang Salib (abad ke-12)
- Assassin’s Creed II, Brotherhood, Revelations – Renaisans Italia (abad ke-15-16)
- Assassin’s Creed III – Revolusi Amerika (abad ke-18)
- Assassin’s Creed IV: Black Flag – Zaman Keemasan Bajak Laut (abad ke-18)
- Assassin’s Creed Unity – Revolusi Prancis (abad ke-18)
- Assassin’s Creed Syndicate – London Victoria (abad ke-19)
Judul berikutnya yang diumumkan, Assassin’s Creed Shadows, akan membawa pemain ke Jepang feodal tahun 1579, menegaskan sekali lagi tekad Ubisoft untuk melampaui batasan geografis dan waktu.
Organisasi yang tersebar ini bisa membingungkan, tapi memberikan fleksibilitas yang jarang ditemui. Pemain dapat memilih titik awal sesuai kecintaan sejarahnya, sambil menikmati petualangan keseluruhan sebagai mozaik berbagai era dan budaya.
Kronologi vs Pengalaman Naratif
Penting untuk dipahami bahwa narasi dalam Assassin’s Creed tidak hanya mengikuti histori zaman yang dijelajahi. Ada lapisan cerita kedua di masa kini, biasanya diperankan oleh karakter modern atau futuristik yang mengeksplorasi memori genetik para tokoh masa lalu melalui Animus. Lapisan naratif ini semakin memperumit pemahaman akan urutan ideal untuk memulai.
Bagi penggemar yang ingin mengetahui keseluruhan alur, mengikuti urutan rilis game dapat memberi kemajuan yang mulus dalam cerita masa kini. Namun bagi lainnya, memprioritaskan urutan kronologis sejarah menjamin imersi optimal dalam setiap dunia.
Para Protagonis: Ragam Gaya dan Era yang Bisa Dijelajahi
Yang juga membedakan secara mendalam seri Assassin’s Creed adalah keanekaragaman para protagonisnya. Setiap judul memperkenalkan assassin baru, yang sering memiliki kepribadian dan gaya bertarung unik, menggambarkan nilai-nilai credo melalui budaya dan zamannya.
Misalnya, Ezio Auditore, pahlawan trilogi Renaisans (AC II, Brotherhood, Revelations), memikat dengan karisma dan evolusinya dari pemuda ceria menjadi Master Assassin yang bijak dan berpengalaman. Popularitasnya sedemikian rupa sehingga sering disebut ikon franchise. Urutan Anda menemukan petualangannya bisa sangat mempengaruhi persepsi Anda terhadap saga ini.
Tapi jangan lupa Bayek, wajah Assassin’s Creed Origins, yang membawa nada lebih serius dan epik, menyatu dalam atmosfer mistis Mesir Kuno. Atau Kassandra dalam Odyssey, yang melalui dualitasnya sebagai pejuang dan diplomat, menawarkan petualangan megah di Yunani Kuno. Dan Eivor di Valhalla, dengan keganasan Viking dan strategi tempurnya yang sempurna mencerminkan sebuah era penjajahan dan konflik intens.
Ragam karakter ini memungkinkan pemain menikmati gameplay yang variatif dan narasi dengan suasana historis budaya masing-masing. Pilihan protagonis juga bisa memandu urutan eksplorasi Anda dalam seri.

Tips Praktis untuk Memulai Saga Assassin’s Creed dengan Baik
Dengan kekayaan dan beragam cara untuk memasuki seri ini, wajar jika Anda merasa agak bingung. Berikut beberapa tips untuk membantu berdasarkan profil pemain dan harapan Anda:
- Untuk pemula total: Mulailah dengan Assassin’s Creed II atau Origins. Judul-judul ini menawarkan pengantar seimbang antara sejarah menarik dan mekanik permainan yang mudah diakses.
- Jika Anda penggemar sejarah: Pilih urutan kronologis berdasarkan era sejarah, mulai dari Odyssey lalu Origins. Ini membantu Anda merasakan evolusi konflik dan tema yang diangkat.
- Jika Anda lebih suka gameplay RPG modern: Fokuslah pada episode baru seperti Valhalla atau Origins, yang memberikan pengalaman lebih terbuka dan personalisasi tinggi.
- Diversifikasi pengalaman: Jangan ragu pilih judul berdasarkan latar historis atau budaya yang paling menarik, meskipun bermain tidak mengikuti kronologi.
- Ikuti trilogi Ezio: jika Anda suka cerita yang terstruktur baik, trilogi ini tetap menjadi pilihan tepat untuk menggali kedalaman narasi saga.
Perlu diingat bahwa seri Assassin’s Creed dirancang untuk memberikan fleksibilitas besar. Tiap pemain bisa merancang jalur sendiri, yang merupakan sebuah petualangan berlapis daripada jalur tunggal dan kaku.
Misteri Masa Depan: Apa yang Akan Dibawa Assassin’s Creed Shadows?
Menjelang 2026, seri ini meneruskan semangat inovasi dengan mengumumkan judul ambisius baru bernama Assassin’s Creed Shadows, berlatarkan Jepang feodal tahun 1579. Pilihan era ini sangat menggambarkan tekad Ubisoft untuk terus mengejutkan dengan mengeksplorasi wilayah sejarah yang jarang disentuh, kaya mitos dan intrik.
Konteks Jepang ini menjanjikan imersi dalam dunia samurai, ninja, serta konflik klan, dengan potensi mekanik permainan baru yang berfokus pada penyusupan, strategi, dan hubungan sosial. Hal ini juga mengangkat pertanyaan baru bagi pemula: haruskah mereka mulai dengan lingkungan unik baru ini atau mengikuti yang klasik?
Jawaban atas pertanyaan ini akan bergantung pada preferensi Anda dan rasa ingin tahu terhadap era yang belum pernah dieksplorasi dalam franchise. Sambil menunggu rilisnya, disarankan untuk memperkuat pemahaman tentang dunia Assassin’s Creed lewat game-game kunci yang sudah tersedia.

Menjelajahi Kebebasan Urutan dalam Game Assassin’s Creed
Pada akhirnya, kekayaan Assassin’s Creed juga terletak pada fleksibilitasnya. Berbeda dengan banyak seri yang mengutamakan urutan bacaan, di sini Anda bebas menjelajahi era dalam urutan sekehendak hati. Kebebasan ini memungkinkan memilih titik masuk berdasarkan kecenderungan sejarah, perkembangan gameplay yang disukai, atau bahkan rasa penasaran terhadap karakter tertentu.
Ada yang memilih pendekatan tematik, mengutamakan era abad pertengahan atau lingkungan maritim sesuai judul. Ada pula yang lebih mengikuti alur narasi masa kini secara berurutan. Ragam pendekatan ini mencerminkan kompleksitas saga yang melampaui batasan tradisional penceritaan dalam video game.
Berikut rangkuman kelebihan bermain berdasarkan pendekatan berbeda:
| Pendekatan | Kelebihan | Keterbatasan |
|---|---|---|
| Urutan kronologis sejarah | Imersi waktu yang konsisten, evolusi peradaban terlihat jelas | Cerita yang terkait era masa kini terkadang kurang lancar |
| Urutan rilis | Progresi narasi masa kini terjaga, pemahaman keseluruhan lebih baik | Sering loncatan antar era masa lalu yang tidak teratur |
| Pilihan tematik (era atau gameplay) | Personalisasi pengalaman, kesenangan sesuai preferensi | Mungkin terlewat hubungan antar game |
Singkatnya, saga Assassin’s Creed cocok untuk semua jenis pemain, dari pemula hingga veteran. Yang paling penting adalah membebaskan rasa ingin tahu dan semangat petualangan Anda.